MENULIS REFLEKSI

Spread the love
Foto: murid membacakan refleksi dan resolusi (dok: ceritaguru.com)

Hai teman-teman cerita guru dimanapun berada. Bagaimana aktivitas pembelajaran yang teman-teman lakukan di kelas? Semoga berjalan lancar ya…

Teman-teman sekalian, selain mengajar guru juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kompetensi sosial dan emosional murid dikelas melalui pembelajaran sosial dan emosional selanjutnya disingkat PSE, yang mengacu pada kolaborasi akademik dan pembelajaran sosial dan emosional (CASEL).

Pengertian dan Tujuan Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE)

Dikutip dari Modul 2.2.a.4. Eksplorasi Konsep Program Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP), PSE merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas di sekolah. Nah, proses kolaborasi ini memungkinkan anak/murid dan orang dewasa (guru/tenaga pendidik) di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional.

PSE sangat penting dilakukan, karena memiliki tujuan untuk:

  1. memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi
  2. menetapkan dan mencapai tujuan positif
  3. merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain
  4. membangun dan mempertahankan hubungan yang positif serta
  5. membuat keputusan yang bertanggung jawab.

Terdapat 5 kompetensi sosial emosional yang perlu dikembangkan, yakni kompetensi kesadaran diri, kompetensi pengelolaan diri, kompetensi kesadaran sosial, kompetensi daya lenting/resiliensi, dan kompetensi pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Ruang Lingkup Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE)

PSE dapat diberikan dalam tiga ruang lingkup, yakni:

  1. Rutin, pada saat kondisi yang sudah ditentukan di luar waktu belajar akademik misalnya melalui kegiatan lingkaran pagi (circle time), seperti yang telah dibagikan pada postingan artikel sebelumnya (baca https://ceritaguru.com/2022/01/10/circle-time/) atau kegiatan membaca setelah jam makan/istirahat siang.
  2. Terintegrasi dalam mata pelajaran, misalnya melakukan refleksi setelah menyelesaikan suatu topik pembelajaran, membuat diskusi kasus atau kerja kelompok untuk memecahkan masalah, dll.
  3. Protokol, menjadi budaya atau aturan sekolah yang sudah menjadi kesepakatan bersama dan diterapkan secara mandiri oleh murid oleh murid atau sebagai kebijakan sekolah untuk merespon situasi atau kejadian tertentu. Misalnya menyelesaikan konflik yang terjadi dengan membicarakannya tanpa kekerasan, mendengarkan orang lain yang sedang berbicara, dll.

Mengawali kegiatan pembelajaran semester genap mata pelajaran fisika di kelas hari ini, saya mencoba mengajak murid untuk melakukan refleksi perjalanan mereka sepanjang tahun 2021, serta membuat resolusi pada tahun baru 2022 ini. Kegiatan yang terintegrasi dalam mata pelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi kesadaran diri murid tentang pencapaian positif sepanjang tahun yang lama serta harapan pada tahun yang baru.

Saya memberikan 4 pertanyaan refleksi bagi murid untuk direnungkan, seperti hal-hal baik apa saja yang telah mereka lakukan sepanjang tahun lalu?; hal-hal apa saja yang ingin mereka perbaiki/ubah pada tahun yang baru?; impian apa yang ingin mereka capai ke depan?; serta siapa yang dapat mereka minta tolong untuk membantu mereka menggapai impian tersebut?

Murid kemudian diberikan kesempatan untuk menuliskan refleksi mereka, dan menyampaikannya di depan kelas secara bergantian. Mereka memberikan pendapat yang berbeda-beda sesuai keadaan mereka. Namun, pada intinya mengarah kepada capaian positif. Video mereka dapat ditonton melalui link berikut https://youtu.be/I4haLccuoWk

Pertemuan hari ini dilanjutkan dengan penyusunan kesepakatan kelas bersama murid mengikuti langkah-langkah panduan penyusunan kelas yang ada. Kami menyepakati poin-poin kesepakatan sebagai berikut:

  1. Selalu hadir mengikuti pembelajaran
  2. Tepat waktu saat masuk dan keluar kelas
  3. Menjaga kerapihan dan kebersihan kelas
  4. Serius dan aktif mengikuti pembelajaran

Murid merasa senang, karena diajak terlibat menyampaikan aspirasi mengenai kelas impian mereka serta usaha bersama untuk mencapainya. Kemudian ditutup dengan penyampaian materi pembelajaran yang akan dipelajari, aspek penilaian serta penjelasan lain menyangkut aktivitas pembelajaran selama semester ini.

Sekian cerita saya hari ini. Semoga bermanfaat ….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.