CIRCLE TIME

Spread the love

Haiii teman-teman cerita guru…

Hari ini cerita guru mau berbagi cerita tentang aktivitas yang dilakukan di awal semester genap ini. Pada postingan sebelumnya, cerita guru sempat membahas tentang kesepakatan kelas. Nah, untuk pembuatan kesepakatan kelas, bukan hanya dapat dibahas secara umum di kelas loh. Kali ini, cerita guru meramunya dalam Circle Time.

Circle Time merupakan salah satu metode yang dapat kita gunakan sebagai guru untuk lebih memahami anak murid, mengetahui perasaan mereka, kondisi psikis dan motivasi murid dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Circle Time merupakan cara konkrit untuk menerapkan SEL (Social Emotional Learning) secara lebih mudah dan sederhana.  

Dikutip dari Gerakan Sekolah Menyenangkan, SEL (Social Emotional Learning) merupakan proses belajar dimana anak-anak dan orang dewasa memperoleh dan menerapkan kompetensi untuk mengenali dan mengelola emosi, mencapai tujuan positif, menghargai prespektif orang lain, membangun dan memelihara hubungan, membuat keputusan yang bertanggung jawab, dan menangani situasi pribadi dan interpersonal secara konstruktif.

Menurut Wang, dkk (2019), Siswa yang memiliki kemampuan social emotional yang baik akan lebih mampu mengatur dan meraih tujuan yang mereka miliki. Mereka dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi dan memperoleh pengetahuan baru.

Saat pembelajaran tatap muka sebelum pelajaran dimulai, kita sebagai guru dapat mengajak murid untuk berbagi cerita yang dirasakan mereka, sharing harapan, keinginan bagaimana dalam belajar, sehingga  mereka dapat merasa nyaman dan bahagia serta bisa terlibat dalam proses pembelajaran dengan penuh kesadaran diri tanpa paksaan ataupun ancaman atau bahkan rasa takut.

Pagi ini, saya mengajak anak murid duduk melingkar di luar kelas, setiap anak murid saling  berbagi cerita tentang refleksi pembelajaran pada semester ganjil lalu, dan menuliskan resolusi mereka di tahun 2022 agar lebih baik di semester genap ini. Setiap resolusi, saya dan murid lainnya memberi  apresiasi dengan tepukan tangan dan kata-kata positif. Kemudian kami melanjutkan dengan membuat kesepakatan kelas, kami beri judul “Kelas Impian”. Setiap murid menuliskan kelas impian versi mereka masing-masing, lalu mereka menyimpulkan bersama-sama kelas impian tersebut melalui kesepakatan kelas. Penyusunan Kesepakatan Kelas ini pun saya kemas dalam bentuk permainan. Jadi pertemuan kami hari ini sungguh menyenangkan menurut mereka, dan juga saya tentunya. Kami berbagi hal positif hari ini, mengajukan pertanyaan dengan santun, menanggapi dengan jujur dan saling menghargai, dan mengapresiasi dengan positif.

Sekian berbagi cerita hari ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.